05 November, 2008

Pertolongan Pertama pada Stroke

Beberapa waktu yang lalu pernah beredar luas di milis (mailing list) mengenai pertolongan pertama pada stroke. Di dalam tulisan yang tak ketahuan asal-usulnya itu dinyatakan, bila terkena serangan stroke, segera tusukkan jarum ke 10 ujung jari tangan. Titik penusukan kira-kira satu sentimeter dari ujung jari. Gunanya agar darah keluar dan penderita serangan stroke segera pulih kembali.

Sepintas, cara ini masuk akal. Sebab, jika orang terkena stroke, terjadi pembekuan darah ke otak. Nah, tusukan itu mengakibatkan reaksi dari pembuluh darah, sehingga kembali lancarlah aliran darah.

Pengertian stroke adalah hilangnya sebagian fungsi otak secara mendadak atau tiba-tiba akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. "Nah, jika serangan stroke karena pembuluh darah pecah, penusukan justru mempercepat kematian," kata dokter ahli stroke, Salim Harris. Dengan kata lain: jangan percaya pada saran tak berdasar seperti itu. Risikonya terlalu besar.

Lalu Salim, yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Jakarta, menunjukkan cara penanganan stroke sebelum pasien dibawa ke dokter.

Pertama-tama, pasien diletakkan dalam posisi tidur telentang dan diberi bantal hingga kepala membentuk sudut elevasi sekitar 30 derajat. Ini memberikan kesempatan agar aliran darah kembali ke arah bawah tubuh. Setelah sekitar 30 menit, baru si pasien dibawa ke rumah sakit.

Justru si penderita jangan didudukkan atau digerakkan bagian tubuh lainnya — seperti saran di milis. Sebab, bila itu dilakukan, si pasien akan makin kekurangan oksigen. "Karena tiap gerakan membutuhkan oksigen. Sedangkan saat terserang stroke, tubuh sedang kekurangan oksigen," ujar Salim.

"Jangan diberi minum, termasuk air gula. Walaupun bisa, jangan dibiarkan jalan atau duduk di mobil," ujarnya. Minuman dikhawatirkan merusak organ tubuh lainnya, dan jika masuk ke paru-paru malah bisa berakibat infeksi. Pokoknya, posisi yang terbaik adalah terbaring dengan bantal di kepala seperti disebut di atas.

Larangan lain adalah memberikan obat-obatan darah tinggi. Menurut Salim, serangan stroke bisa disebabkan oleh tekanan darah yang ekstrem tinggi ataupun rendah.

Karena itu, jika pasien terserang stroke, harus dilihat dulu penyebabnya secara keseluruhan. "Saya saja sebagai dokter harus melihat hasil CT scan untuk mengambil langkah atau terapi yang tepat. Tak bisa dengan cara ditusuk-tusuk jari atau telinganya," ujarnya. Pemindai (CT scan) merupakan pemeriksaan standar terbaik untuk stroke.

Dalam serangan stroke terkenal istilah "time is brain" dan "the golden hour". Makin cepat pengobatan makin meminimalkan gejala sisa dari stroke. Masa jeda penyelamatan, yang dikenal dengan istilah jendela terapi (therapeutic window) stroke, adalah enam sampai delapan jam setelah serangan. Penanganan dini yang benar setidaknya akan mengurangi angka kecacatan penderita serangan stroke hingga 30 persen.

Memang wajar jika stroke menjadi momok bagi banyak orang. Sebab, stroke bersama penyakit jantung koroner termasuk penyakit kardiovaskuler pembunuh nomor satu di dunia. Diperkirakan setiap tiga menit satu orang meninggal akibat penyakit tersebut. Ganasnya penyakit ini menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.

Pada penderita stroke akan terjadi penurunan kualitas hidup sangat besar. Penderita juga sangat bergantung pada keluarga atau orang di sekitarnya. Kecacatan yang terjadi bisa bersifat permanen sehingga menimbulkan masalah lain yang tidak kalah peliknya.  (Ahmad Taufik, TEMPO Interaktif)


10 Oktober, 2008

Arus Mudik, Arus Balik

Salah satu perubahan yang signifikan dengan adanya siaran TV swasta adalah bahwa acara berita jadi menarik untuk ditonton.

Di TVRI berita disaring, dihaluskan dan dimasak berkali-kali sehingga rasanya hambar. Di TV swasta berita disajikan seadanya, manis, asem dan ada kriuk-kriuknya, rame rasanya.

Kalau terjadi kecelakaan kereta api di Bekasi, misalnya, maka diberita TVRI (dulu) kita disuguhi berita kecelakaan kereta api dari berbagai penjuru dunia kecuali yang di Bekasi tadi. Di TV swasta beritanya ya kecelakaan kereta api yang di Bekasi itu, reporternya juga mencari tahu penyebab kecelakaan dan siapa yang kiranya bersalah, kadang-kadang disertai dengan spekulasi yang tidak terlalu bertanggung jawab.

Tidak semua berita TV swasta menarik, tentu saja, salah satunya ya itu... laporan Arus-mudik dan Arus-balik menjelang dan sesudah lebaran, mereka bahkan menggunakan kode dari pendaratan tentara sekutu di Normandia pada Perang Dunia II, "H minus 7" dan seterusnya.

Isinya itu-itu saja. Pada "H minus sekian" dipertontonkan penumpang berebut naik kendaraan umum di berbagai terminal dan reporter berteriak-teriak dipinggir jalan, berusaha mengalahkan suara mesin dan klakson mobil dititik-titik jalan yang memang biasa macet. Pada "H plus sekian" dipertontonkan penumpang turun dari kendaraan umum di berbagai terminal dan reporter berteriak-teriak dipinggir jalan, berusaha mengalahkan suara mesin dan klakson mobil dititik-titik jalan yang memang biasa macet. Saya jadi curiga, jangan-jangan ada tayangan yang menggunakan klip dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak apa-apa sih, toh sama saja.

Tapi kemarin ini salah satu TV swasta menyajikan sesuatu yang berbeda, berita "baru tapi basi" itu disertai analisis. Seiring dengan gambar orang-orang turun dari bus, penyiar melaporkan bahwa pada hari-hari sesudah lebaran, Jakarta, bukan hanya diwarnai oleh arus-balik, tetapi juga diramaikan oleh banyaknya pendatang-pendatang baru, anehnya (betul-betul diucapkan: "anehnya") diberbagai pedesaan suasana justru menjadi sepi. Nah untuk menyelidiki misteri ini maka dikirim reporter, yang tidak cuma mengambil gambar suasana desa yang kontras dengan Jakarta, tetapi juga mewawancarai beberapa penduduk. Hasilnya cukup mengejutkan: ternyata banyak penduduk desa yang pergi mencari rejeki ke Jakarta...

Pantesan.

23 September, 2008

SPAM

Beberapa waktu yang lalu saya pernah cerita tentang SPAM yang hampir tiap hari memborbardir hape tua saya, dan (sedihnya) dikirim oleh operator seluler saya sendiri: 818, 1818, XLPromo, xlpromo...



Nah, sekarang ada yang baru: 808.



Isinya seperti dapat dibaca diatas: "Ini adalah layanan TELKOMSEL Call Me.Pelanggan 0813224769xx meminta ada segera menghubunginyaMau tahu informasi waktu & jadwal sholat. Silahkan dial 301"

Call Me?, maksudnya ada orang yang lebih suka menghubungi operator daripada langsung menghubungi atau mengirim SMS kerelasinya?.

Telkomsel?, kayanya bukan, masa sih Telkomsel bego-bego amat.

Penipu?, kok gampang sih dapat nomor istimewa seperti 808?



Update mengenai eskalasi SPAM di telpon seluler :

28 Januari 2009

  • XL menambah SPAM providernya dengan XL dan XL RBT
  • Anonimus SPAMMER yang mungkin menggunakan nomor "sekali pakai buang" mengirim SPAM dengan memanfaatkan bulk-SMS: 087884115938, 087883889858 dan 087884163904 mempromosikan media cetak PULSA dan SMS premium 6768

14 Agustus, 2008

Panjang Lebar

Berikut adalah cerita ringan dari rubrik Aneh tapi nyata di situs berita Reuters.

Seorang perempuan Australia balas dendam kepada suaminya yang tidak setia, dengan cara melelang foto celana dalam selingkuhan suaminya dan bungkus kondom bekas di eBay.

Pada listingnya, perempuan dengan nama alias annastella007 menyebutkan, barang yang dijual adalah foto sepasang celana dalam hitam dan bungkus kondom kosong ukuran small (kecil) yang ditemukan ditempat tidurnya. Tentang celana dalam hitam tadi, ia menggambarkan sebagai "sangat besar, bisa dipakai sebagai syal, atau untuk menakut-nakuti orang pada saat Halloween."

Inessa Jackson, juru bicara eBay mengatakan bahwa listing tersebut tadinya ditolak, karena pada awalnya yang hendak dilelang adalah celana dalam beneran, sedang dalam peraturan eBay's ada larangan untuk menjual pakaian dalam bekas. Setelah diberi tahu, annastella setuju untuk melisting fotonya saja.

* * *

Sehubungan dengan anekdot celana dalam ukuran XXL versus kondom ukuran S tersebut diatas, saya jadi ingat KPI vs Tukul Arawana.

Saat itu, Empat Mata, talkshow yang dibawakan oleh Tukul, dan tim kreatifnya masih dihuni Thia dan gerombolannya di TV7 (alm), meroket, merajai pertelevisian nasional. Nah, KPI sangat gencar mengirim peringatan dan ancaman, diantaranya adalah ini : pada salah satu episode Tukul menyudahi sapa pembukaannya dengan "Baiklah, saya tidak akan berpanjang lebar, karena kalau terlalu panjang kasihan ibunya, kalau terlalu lebar kasihan bapaknya..."

Lucu, kreatif dan dilarang.

Tapi argumen KPI masuk akal juga, lelucon porno tersebut diatas sangat mudah dipahami anak-anak ;), padahal acaranya ditayangkan pada jam 21:00-22:00, saatnya anak-anak Indonesia menonton teve ;)


11 Agustus, 2008

Bayi Sakti

Barusan saya kerumah Galang. "Sebentar saya tanggung lagi baca berita, sudah terlanjur dibuka" katanya sambil buru-buru membukakan pintu pagar. Didalam dia sudah duduk didepan monitor memilah-milah headline.

Saya duduk memeriksa SMS yang tadi masuk waktu masih dijalan, ternyata semuanya SPAM *), satu dari 818, dua lagi dari XL-promo. Saya tidak pernah buka, tapi dugaan saya isinya sama, sebentar lagi mungkin akan masuk dari 1818. Kalau di Amerika atau Eropa, kita bisa saja mengajukan Class-action...

Tiba-tiba Galang terkekeh.

"Apa yang lucu?"
"Ini: Bayi Sakti Lolos dari Maut, sudah mati hidup lagi"
"Tabloid?"
"Bukan, Kompas, makanya lucu"
"..."
"Ini ada satu lagi: Mahasiswi, Dipukul, Pingsan, Dirampok Supir Taksi lalu Dibuang"
"..."
"ceritanya oke tapi judulnya tabloid banget, he-he-he..."

Cerita bayi sakti sendiri sebetulnya sudah sering kita dapati dikoran atau diteve, tiap kali masih tetap mengharukan. Seorang bayi perempuan berumur tujuh bulan (bapaknya tidak punya pekerjaan tetap dan kakeknya guru SDN) menderita sakit berkepanjangan. Mula-mula dirawat dirumah, kemudian dibawa ke Rumah Sakit, kemudian dibawa pulang lagi dan dirawat dokter tetangganya dan akhirnya dirujuk ke RSAB Harapan Kita, dimana orang tuanya harus membayar uang muka 10 juta rupiah. Setelah semalam dirawat di ICU ada biaya tambahan 3 juta rupiah untuk obat. Kondisi bayi sudah berada di bawa koma, hidupnya bergantung kepada peralatan medis. Karena tidak kunjung membaik, dan dihantui biaya besar yang pastinya masih harus dikeluarkan lagi, orang tuanya putus asa. Sibayi dibawa pulang, meskipun kondisinya kritis. Bahkan dokter dan perawat pun tak mau mencabut selang oksigen yang menempel di hidung sibayi... ( berita lengkapnya dapat dibaca disini )

Segera saja orang-orang berebut menyalahkan pihak rumah sakit, yang (menurut perkiraan saya) kalau harus menanggung pengobatan pasien tidak mampu, akan bangkrut dalam waktu kurang dari satu tahun.

Seorang komentator mengeluh: "orang miskin tidak boleh sakit."

Tergantung bagaimana miskin didefinisikan. Orang tua yang berpenghasilan 10 juta rupiah perbulanpun akan kelabakan jika dihadapkan pada kondisi yang sama.

Sebuah kisah klasik tentang keputusasaan dan ketidak-berdayaan



*) Spam adalah pesan yang dikirim secara paksa dari sumber yang tidak
    kita kenal, biasanya isinya sama dan diulang-ulang.