11 Agustus, 2008

Bayi Sakti

Barusan saya kerumah Galang. "Sebentar saya tanggung lagi baca berita, sudah terlanjur dibuka" katanya sambil buru-buru membukakan pintu pagar. Didalam dia sudah duduk didepan monitor memilah-milah headline.

Saya duduk memeriksa SMS yang tadi masuk waktu masih dijalan, ternyata semuanya SPAM *), satu dari 818, dua lagi dari XL-promo. Saya tidak pernah buka, tapi dugaan saya isinya sama, sebentar lagi mungkin akan masuk dari 1818. Kalau di Amerika atau Eropa, kita bisa saja mengajukan Class-action...

Tiba-tiba Galang terkekeh.

"Apa yang lucu?"
"Ini: Bayi Sakti Lolos dari Maut, sudah mati hidup lagi"
"Tabloid?"
"Bukan, Kompas, makanya lucu"
"..."
"Ini ada satu lagi: Mahasiswi, Dipukul, Pingsan, Dirampok Supir Taksi lalu Dibuang"
"..."
"ceritanya oke tapi judulnya tabloid banget, he-he-he..."

Cerita bayi sakti sendiri sebetulnya sudah sering kita dapati dikoran atau diteve, tiap kali masih tetap mengharukan. Seorang bayi perempuan berumur tujuh bulan (bapaknya tidak punya pekerjaan tetap dan kakeknya guru SDN) menderita sakit berkepanjangan. Mula-mula dirawat dirumah, kemudian dibawa ke Rumah Sakit, kemudian dibawa pulang lagi dan dirawat dokter tetangganya dan akhirnya dirujuk ke RSAB Harapan Kita, dimana orang tuanya harus membayar uang muka 10 juta rupiah. Setelah semalam dirawat di ICU ada biaya tambahan 3 juta rupiah untuk obat. Kondisi bayi sudah berada di bawa koma, hidupnya bergantung kepada peralatan medis. Karena tidak kunjung membaik, dan dihantui biaya besar yang pastinya masih harus dikeluarkan lagi, orang tuanya putus asa. Sibayi dibawa pulang, meskipun kondisinya kritis. Bahkan dokter dan perawat pun tak mau mencabut selang oksigen yang menempel di hidung sibayi... ( berita lengkapnya dapat dibaca disini )

Segera saja orang-orang berebut menyalahkan pihak rumah sakit, yang (menurut perkiraan saya) kalau harus menanggung pengobatan pasien tidak mampu, akan bangkrut dalam waktu kurang dari satu tahun.

Seorang komentator mengeluh: "orang miskin tidak boleh sakit."

Tergantung bagaimana miskin didefinisikan. Orang tua yang berpenghasilan 10 juta rupiah perbulanpun akan kelabakan jika dihadapkan pada kondisi yang sama.

Sebuah kisah klasik tentang keputusasaan dan ketidak-berdayaan



*) Spam adalah pesan yang dikirim secara paksa dari sumber yang tidak
    kita kenal, biasanya isinya sama dan diulang-ulang.

02 Agustus, 2008

Matahari Kembar

Hari ini dilangit ada dua matahari. Orang-orang berhenti beraktifitas, mendongak, memandangi fenomena alam yang spektakuler ini. Meskipun kembar, cahayanya tidak sepanas biasanya, langitpun agak redup dan awan-awan berubah menjadi berbentuk tihang, bagaikan puluhan puting beliung menghunjam bumi atau mungkin lebih seperti asap puluhan roket yang lepas landas bersamaan. Angin tidak bertiup, suasana hening, magis, mistis. Orang-orang yang takjub campur takut berbicara satu sama lain dengan berbisik-bisik, bahkan binatangpun berhenti bersuara dan bersembunyi dikolong yang gelap...

Ketika terbangun saya merasa cape dan sedikit meriang. Sambil sarapan kopi dan crackers saya memikirkan mimpi yang aneh itu dan ketika kafein dan nikotin telah menyapu habis kabut mistis dan magis diotak, saya berkesimpulan bahwa, meskipun spektakuler, fenomena alam itu (seandainya benar-benar terjadi) sebetulnya tidaklah seajaib seperti kalau besi berubah menjadi emas, atau air berubah menjadi bensin atau solar, misalnya. Karena matahari dan berbagai bintang lainnya memang misterius, tidak jelas asal-usul dan perangainya, sedang besi, emas, air, bensin dan sebangsanya kan sudah jelas, unsur dan rangkaian kimianya pun sudah dipetakan.

Ehem.

Yang masih membingungkan, dari mana datangnya mimpi yang absurd ini?. Mimpi saya yang paling ekstrim sebelumnya adalah ketika bisa berlari dan meloncat dengan enteng bahkan sampai keatap rumah tapi ketika kemudian dikejar penjahat semua kemampuan itu hilang, waktu terbangun badan basah oleh keringat tapi lega. Itu cara tubuh memacu andrenalin kalau kita terlalu lama menjalani hidup yang rutin dan membosankan. Kalau mimpi matahari kembar?.

Setelah sepiring nasi gudeg mbok Riah plus beberapa mg nikotin kemudian, saya menemukan satu kemungkinan (dan saya terlalu malas untuk mencari kemungkinan lainnya) bahwa, mimpi yang tidak jelas ujung pangkalnya itu mungkin akibat saya terlalu banyak input tapi kurang output.

Begini, setelah pensiun beberapa waktu yang lalu, sebagaimana wajarnya, saya juga menderita post power syndrome, symptomnya saja yang mungkin agak berbeda. Saya jadi melihat apa yang biasanya tidak terlihat, kadang-kadang malah mengamati. Saya jadi mendengar apa yang biasanya tidak terdengar, kadang-kadang malah menguping. Saya kebanjiran input.

Outputnya, sulit. Situasinya seperti habis makan besar tidak bisa b.a.b. (maaf)

Itu karena hal-hal yang saya lihat dan saya dengar dapat dikategorikan menjadi tiga bagian: sebagian tidak sopan untuk diceritakan, sebagian lagi bisa membahayakan kesehatan atau bahkan keselamatan, dan sisanya terlalu remeh.

Nah hal yang remeh-remeh itulah yang (apa boleh buat) akan saya ceritakan disini. Biasanya kalau saya ceritakan pendengarnya jadi ngantuk ("wah ngantuknya enggak bisa ketahan nih, kayaknya gara-gara kena gerimis kemaren sore") atau mendadak ingat janji penting (setelah melihat jam "eh sori, hampir lupa nih... mesti ketemu sianu"). Tapi karena anda telah sampai disini, saya harap (-harap cemas) anda akan (dan mengajak teman-teman anda) membaca cerita-cerita berikutnya. Untuk membuat cerita lebih menarik mungkin saya akan membocorkan sedikit material yang kurang sopan atau sedikit menyerempet bahaya ;)

13 Oktober, 2004

Tomat

Tomat, Apel Cinta Kaya Manfaat

Meski wujudnya buah, tomat kadang-kadang dikelompokkan ke dalam sayuran.
Menurut legenda, pohon tomat dulunya hanya tumbuh ditebing-tebing tinggi di Grand Canyon. Hanya ksatria Indian yang trampil yang dapat memetiknya, sehingga hanya orang-orang terpilih yang beruntung dapat menikmatinya

Di Prancis tomat dijuluki Pomme d’Amour alias apel cinta, karena tomat dipercaya mampu memulihkan lemah syahwat. Entah benar atau tidak, yang pasti, buah bulat ini menyimpan banyak keistimewaan. Selain sebagai bahan makanan, ia juga menyehatkan badan, mengobati macam-macam penyakit, bahkan berfungsi sebagai kosmetik.

Dalam rubrik konsultasi sebuah majalah kesehatan, seorang remaja mengaku, tomat mengatasi masalah jerawatnya yang sudah menahun. Caranya, tomat yang telah masak dipotong-potong lalu digosokkan secara perlahan pada wajah yang berjerawat. Setiap hari ia rajin melakukan perawatan dengan cara tersebut, sebulan kemudian wajahnya sudah bebas dari jerawat. Ternyata, kandungan tomatine pada tomat berkhasiat anti-radang. Tomat juga mengandung karoten dan vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan. Sementara asam sitratnya juga mengangkat kotoran dan lemak pada wajah berjerawat.

MEDIKASI MODERN

Dr. John Cook Bennet, Dekan Fakultas Kedokteran Willoughby University di Ohio, adalah yang pertama kali mengangkat martabat tomat. Pada bulan November 1834 Bennet mengungkapkan bahwa, "Tomat bisa mengobati diare, serangan empedu, dyspepsia (gangguan pencernaan), dan mencegah kolera. Minum jus tomat juga mampu memulihkan fungsi lever." Selang 120 tahun kemudian, Yumi Tohuoka melalui penelitiannya menunjukkan dukungannya terhadap Bennet. Dalam The Tohoku Journal of Experimental Medicine terbitan Tohoku University di Jepang, Tohuoka menyatakan, jus tomat secara klinis memang efektif untuk menyeimbangkan gangguan lever. Demikian pula John Heinerman, seorang peneliti medis yang berkesimpulan, "Tak ada cara yang lebih baik dalam meningkatkan kesehatan dan menyeimbangkan fungsi lever dengan cepat, selain dengan meminum jus tomat."

HIBRIDA

Beberapa waktu silam - tanpa sengaja - dihasilkan sejenis tomat yang mengandung antioksidan lycopene tiga setengah kali lebih banyak. Berawal dari usaha ilmuwan di Purdue University dan Pusat Penelitian Pertanian Departemen Pertanian AS untuk mengembangkan tomat yang memiliki kualitas lebih baik dan tidak mudah busuk. Setelah meneliti hasilnya, mereka menemukan tomat yang dihasilkan memiliki kandungan antioksidan lycopene lebih tinggi ketimbang tomat biasa," kata Avtar Handa, profesor horti kultur di Purdue. Ini tentu memberi harapan lebih besar dalam upaya melawan kanker.

Masih banyak lagi manfaat tomat, diantaranya:

Yang tua dan masak alami selalu berbau alkalin dan rasanya sedikit masam. Itu karena tomat memiliki kekayaan garam mineral. Mineral-mineral itulah yang merangsang aliran air liur, sehingga menambah rasa lapar sekaligus memungkinkan makanan dicerna lebih baik. Jadi, mengonsumsi tomat dapat meningkatkan nafsu makan.

Jika keseleo, jangan khawatir, sembuhkan saja dengan ramuan tomat. Caranya, blenderlah tomat, saring dan campurkan dengan minyak wijen dengan perbandingan 1 : 1, panaskan hingga tinggal minyaknya saja. Setelah itu gunakan minyaknya untuk memijat sendi-sendi yang keseleo.

Bisul pun dapat diatasi dengan tomat. Caranya, panaskan seluruh daging dan biji. Lalu taruh di atas bisul. Biasanya, bisul itu pecah tak lama kemudian, sekaligus sembuh.

Jadi, tomat tak cukup dianggap sebagai sayur atau buah, ia juga herbal.  (Intisari)

Suntik Vitamin C

Suntik Vitamin C, Bikin Kulit Halus dan Awet Muda

Gangguan sariawan kerap membuat aktivitas Ratna berantakan. Selama sakit ia jadi sedikit bicara dan tak doyan makan. Konsumsi vitamin C dosis tinggi sudah dicobanya, tapi malah membangkitkan masalah pada lambung. Namun, setelah mendapat suntikan vitamin C, keluhannya hilang. Lebih dari itu, ia merasakan kulitnya jadi lebih halus dan cerah. Jerawat yang biasanya mengganggu kini tak muncul lagi.

Cerita serupa sering dijumpai di ruang praktik dr. Tina Wardhani Wisesa, Sp.KK, spesialis penyakit kulit dan kelamin dari FK Universitas Indonesia, Jakarta. "Ada saja pasien yang pertama datang langsung minta suntik vitamin. Namun, setelah dijelaskan kegunaannya dia mengerti. Kalau mau suntik vitamin C memang sebaiknya konsultasi dulu ke dokter. Jangan sekadar ikut-ikutan," kata dr. Tina.

Selain melalui oral, vitamin C memang bisa juga dikonsumsi lewat jarum suntik. Asupan melalui injeksi ini lebih efektif dan segera terasa khasiatnya karena zat-zatnya langsung masuk ke peredaran darah. Asam askorbat dalam vitamin C memang mudah berkurang dalam proses metabolisme bila dikonsumsi secara oral.

RAJA VITAMIN

Vitamin C sering disebut sebagai "rajanya vitamin". Itu karena vitamin C memang memiliki banyak manfaat. Selain bersifat antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan sistem imun. Vitamin ini juga ikut andil pada kelangsungan berbagai fungsi biokimia tubuh. Contohnya dalam penyerapan zat besi dan menekan histamin (komponen yang terlibat dalam terjadinya reaksi alergi).

Sumber vitamin C secara alami sebetulnya banyak terdapat di sekitar kita, dari buah-buahan sampai sayuran. Meski demikian, seringkali asupan seseorang akan vitamin C masih kurang dari kebutuhan tubuh sesuai standar kecukupan gizi.

Orang dewasa sebaiknya mengonsumsi vitamin C sedikitnya 60 miligram per hari. Angka ini didasarkan pada jumlah vitamin C yang diperlukan untuk mencegah penyakit kudis secara klinis dan melindungi tubuh dari kudis selama 30 hari. Perempuan hamil dan ibu menyusui sudah tentu harus mengonsumsi vitamin C lebih besar dari jumlah tadi. Beberapa orang mengatakan bahwa dosis optimal untuk orang dewasa adalah sebesar 500 miligram sehari. Ada juga yang berpendapat cukup mengonsumsi 200 miligram sehari. Bagi orang yang tidak hidup dengan stres atau kondisi lain yang tidak sehat, dosis 500 miligram sebenarnya terlalu besar. Angka itu lebih cocok untuk mereka yang tinggal di kota besar yang penuh polusi, seperti Jakarta.

Bagi mereka yang kurang mendapat asupan vitamin melalui makanan alami, muncul berbagai produk suplemen sebagai jawabannya. Untuk orang yang bermasalah dengan pencernaan atau alergi terhadap makanan tertentu juga juga ada alternatif pilihan, yaitu dalam bentuk injeksi atau suntikan vitamin. Selain vitamin C, di Indonesia juga dikenal adanya suntik vitamin neurotropika (B kompleks). Namun saat ini menurut dr. Tina, yang paling populer di Indonesia adalah suntik vitamin C.

Sebenarnya sejak tahun 1940-an sudah dilakukan suntik vitamin C intravena (ke pembuluh darah lengan) untuk mempercepat pemulihan pasien pra dan pasca bedah. Hal ini kemudian terus berkembang, orang dengan kondisi tertentu, meski tidak menjalani pembedahan dapat memperoleh suntikan ini.

ANTIOKSIDAN

Orang kian tertarik untuk mencoba suntik vitamin C karena sifat antioksidan dari vitamin ini. Sudah dikenal luas bahwa antioksidan adalah senjata ampuh untuk menumpas radikal bebas, si molekul jomblo alias tanpa pasangan, yang hobinya merusak sel-sel sehat dan menyebabkan berbagai penyakit. Keganasan radikal bebas ini dapat dipengaruhi oleh faktor usia (tua), penyakit, pola makan buruk, polusi udara, sinar ultraviolet. Salah satu masalah yang muncul akibat ulah radikal bebas adalah terjadinya kerusakan kulit. Selain tampak kusam dan berkerut, kulit juga jadi cepat tua dan muncul flek-flek hitam.

"Suntik vitamin C, selain dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan, juga akan membuat kulit tampak lebih cantik dan awet muda," papar dr. Tina. Hal ini berkaitan dengan cara kerja vitamin ini, yakni antara lain menghambat kerja enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan pigmen. Jika kulit sering terpapar sinar matahari, enzim ini akan cepat terangsang untuk membentuk pigmen. Bila proses pigmentasi itu dihambat, otomatis kulit jadi bersih dan cerah.

Mereka yang memanfaatkan suntik vitamin ini, sebagian merasa perlu karena bermasalah dengan tukak lambung (maag) bila mengonsumsi vitamin secara oral. Mereka juga ingin lebih bugar dengan segera, karena akan menikah, melakukan perjalanan ke luar negeri, atau aktifitas lainnya yang menuntut daya tahan tubuh tinggi.

PERLU PEMERIKSAAN

Meski relatif aman, proses pemberian suntik vitamin C tidak boleh sembarangan. Selain harus dilakukan oleh dokter ahli, juga harus melalui proses screening atau pemeriksaan medis dan wawancara. "Hal ini harus dilakukan untuk menekan risiko efek samping, sekaligus demi mendapatkan manfaat secara maksimal. Sejauh ini tidak ada efek samping yang serius. Tapi, seseorang harus dipastikan tidak alergi terhadap vitamin C, dan tidak memiliki masalah dengan sistem metabolisme, seperti gangguan fungsi ginjal," katanya mengingatkan. Namun, pengguna suntikan vitamin C juga harus tetap menjalankan pola makan sehat seimbang, termasuk menjaga asupan vitamin C alami dari sumber makanan terbaik. Kunci mendapatkan kecukupan vitamin C secara ideal adalah mengonsumsinya lebih sering agar vitamin ini bertahan lebih lama di dalam tubuh. Asupan dalam jumlah kecil beberapa kali sehari, terbukti lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan tubuh.

PEREMAJAAN KULIT

Vitamin C berjasa bagi kulit lewat dua cara utama. Ia bertindak sebagai antioksidan dan membantu pembentukan kolagen. Sebagai antioksidan, vitamin C membentuk dan memperbaiki jaringan kulit rusak akibat radikal bebas. Cara radikal bebas merusak sel-sel tubuh sama dengan proses oksigen menyebabkan kertas berubah warna menjadi kuning atau mentega menjadi tengik. "Pada kulit, oksidan menimbulkan kerusakan dan proses penuaan. Akibatnya, kulit cepat keriput," kata dr. Tina. Pasokan vitamin C sebagai antioksidan akan menghambat kerja enzim tirosinase, yang bertugas membantu pembentukan pigmen di kulit. Meski pembentukan pigmen tetap terjadi, warnanya lebih pucat. Karena itu, kulit memang tampak lebih muda dan cerah, tampak lebih putih.

Di dalam tubuh, antioksidan dibentuk lewat kerja sama vitamin A, C, E, mineral selenium, dan glutation. Vitamin A meningkatkan kerja sel darah merah hingga bisa mengobati infeksi dan luka pada jaringan tubuh. Vitamin E melindungi sel dari radikal bebas untuk memperbaiki struktur DNA yang dirusak. Selenium, bersama vitamin E, membantu menjaga kesehatan kulit, juga rambut dan mata. Glutation membersihkan radikal bebas berbahaya pada makanan berlemak. Vitamin C dan selenium dapat meningkatkan kadar glutation dalam tubuh.

Kecukupan vitamin C akan membantu pembentukan kolagen atau senyawa berisi asam amino mirip lem pengikat sel. "Zat perekat" ini menjadi bagian susunan utama jaringan penghubung seperti kulit, tulang, dan ikatan sendi tulang. Kolagen menjaga kekenyalan dan kelenturan kulit juga mendukung berlangsungnya proses hydroxylation (memungkinkan molekul mencapai bentuk terbaiknya).  (Lalang Ken Handita)

Perjanjian Pranikah

Perjanjian Prapernikahan dan Manfaatnya

Menikah bagi sebagian besar orang adalah menyatukan dua hati yang saling mencinta. Namun, ada juga yang menikah demi status, kepentingan bisnis, mendapat tempat perlindungan, dan sebagainya.

Apapun alasan menikah, sebaiknya setiap pasangan mempersiapkan diri agar tidak menemukan kesulitan setelah pernikahan itu terjadi. Apalagi dengan latar belakang pernikahan yang bermacam-macam, persiapan yang matang sangat perlu dilakukan.

Persiapan tersebut tidak hanya semata-mata untuk menyempurnakan segala macam tetek bengek demi kesuksesan seluruh rangkaian upacara pernikahan itu, tetapi yang lebih penting adalah aspek hukum untuk melindungi hak masing-masing pihak.

Salah satu hal yang penting adalah perjanjian prapernikahan. Selama ini baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang membuat perjanjian itu sebelum menikah. Anggapan bahwa setelah menikah segala sesuatu melebur menjadi satu membuat setiap pasangan merasa enggan untuk membuat perjanjian tersebut. Padahal, perjanjian prapernikahan itu tak hanya memuat tentang urusan harta benda, tetapi juga pembagian peran dan pengasuhan anak.

Menurut pengacara LBH APIK Jakarta, M Rezfah Omar SH, posisi perjanjian sebelum pernikahan itu lebih kuat daripada peraturan-peraturan yang ada dalam UU No 1/1974 tentang perkawinan.

"Perjanjian ini melindungi hak kedua belah pihak. Jika terjadi perceraian dan sengketa di antara keduanya, perjanjian ini bisa dijadikan pegangan untuk penyelesaiannya. Bahkan, apa yang diatur oleh UU Perkawinan bisa dikesampingkan oleh perjanjian ini," kata Omar.

Namun, perjanjian prapernikahan tersebut harus disahkan di depan pihak yang berwenang, seperti notaris atau pegawai pencatat perkawinan, agar kuat di mata hukum. Jika hanya dituliskan di atas kertas bersegel atau bermeterai, tidak akan kuat posisinya.

"Walaupun ada tanda tangan saksi, juga tidak akan kuat. Perjanjian ini mau tidak mau harus dilakukan di depan petugas yang berwenang dan disahkan sebelum atau pada waktu pernikahan terjadi," Omar menegaskan.

Perjanjian pemisahan harta, misalnya, sebenarnya bisa dilakukan tidak saja buat orang yang akan menikah. Bagi pasangan yang masih pada tahap berpacaran pun bisa membuat perjanjian ini. Seperti yang dilakukan salah seorang klien Omar, pasangan mas X (34) dan mbak Y (35), yang tinggal di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Walaupun sekarang mereka menikah, tetapi ketika mereka masih berpacaran, keduanya sepakat membuat perjanjian tentang rumah yang mereka beli bersama di daerah Bogor, Jawa Barat.

"Kami membeli rumah tersebut untuk ditempati setelah menikah. Maksudnya biar setelah menikah kami tidak lagi tinggal di rumah orangtua. Namun, karena uang kami masing-masing tidak cukup untuk membeli rumah, akhirnya kami patungan berdua," cerita Y.

Baik X dan Y menyadari, mereka membeli rumah itu ketika masih berpacaran, dan kemungkinan berpisah bisa saja terjadi. Agar keduanya sama-sama merasa tenang, mereka berdua sepakat membuat surat perjanjian di atas meterai dan masing-masing menandatanganinya. Selain itu, ibu dan adik X pun diminta ikut menandatangani surat tersebut agar lebih meyakinkan.

"Kami sengaja tidak menyertakan keluarga dari pihak saya karena rumah itu atas nama X. Jika rumah itu atas nama saya, tentu keluarga saya yang menjadi saksi. Maksudnya agar keluarga yang namanya tercantum dalam surat rumah tidak menjadi sakit hati jika rumah itu harus dibagi dua," tutur Y, yang mengaku tidak pernah terpikir untuk pergi ke kantor notaris.

Baik X maupun Y menyatakan, pada awalnya mereka sempat merasa tidak enak hati untuk membuat surat tersebut. Namun, karena status mereka yang masih berpacaran, ada pula keinginan untuk saling menjaga perasaan pasangan dan menghindari konflik-konflik berkepanjangan yang mungkin timbul. Akhirnya mereka memutuskan membuat surat perjanjian tersebut.

Surat perjanjian prapernikahan akan sangat membantu jika terjadi perceraian atau sengketa mengenai pembagian harta dan pengurusan anak. Menurut Pasal 35 UU Perkawinan, harta benda dalam perkawinan terbagi dalam tiga bentuk, yakni harta bersama, harta bawaan, dan harta perolehan.

Harta bersama adalah harta yang diperoleh setelah perkawinan dan diusahakan oleh masing-masing pihak (suami atau istri), atau usaha bersama kedua belah pihak (suami dan istri). Harta bawaan adalah harta yang dimiliki oleh masing-masing pihak sebelum perkawinan terjadi, baik berasal dari warisan, hibah, atau usaha mereka sendiri.

Adapun yang dimaksud dengan harta perolehan adalah harta yang diperoleh masing-masing pihak setelah perkawinan dalam bentuk hibah, wasiat, atau warisan. Pada dasarnya, penguasaan harta perolehan ini sama seperti harta bawaan, yakni suami atau istri berhak sepenuhnya atas harta ini.

Mengenai harta bawaan, Omar mengatakan, walau harta tersebut sudah berubah bentuk selama terjadinya perkawinan, misalnya, semula rumah lalu dijual dan dijadikan mobil, harta tersebut tetap merupakan harta bawaan. Harta itu tetap menjadi wewenang dari pihak yang membawanya.

"Harta tersebut hanya berubah bentuk, sedangkan uangnya tetap berasal dari harta bawaan."

Omar juga mengingatkan, walau telah membuat surat perjanjian prapernikahan dan ada peraturan yang melindungi, sebaiknya setiap pasangan mempunyai foto kopi dari setiap surat harta yang dimiliki.

"Dengan demikian, jika suatu ketika terjadi sengketa, masing-masing pihak bisa menunjukkan bukti harta apa saja yang mereka miliki, walau hanya berupa foto kopi," kata Omar.  (ARN)